Jakarta - Nota keberatan Luthfi Hasan Ishaaq tidak
hanya berkutat pada persoalan impor daging yang menjerat eks presiden
PKS itu. Kuasa hukum juga menyinggung citra PKS terkait banyaknya
artikel di mesin pencari Google.
Kuasa hukum Luthfi, M Assegaf,
menyalahkan KPK atas adanya pemberitaan miring mengenai Luthfi Hasan.
Apalagi, menurut Assegaf, terdapat adanya perempuan yang ikut
disertakan, dalam rilis pers yang disampaikan KPK.
"Bukan media
yang kami salahkan. Tapi KPK selaku pemberi informasi," kata Assegaf
ketika membacakan nota keberatan di pengadilan Tipikor Jl Rasuna Said,
Jaksel, Senin (/6/2013).
Menurut Assegaf, KPK juga bertanggung
jawab soal terseretnya PKS dalam kasus suap Luthfi Hasan. Indikatornya,
kata 'PKS' selalu muncul dalam pemberitaan mengenai Luthfi yang
merupakan mantan orang nomor satu di PKS itu.
"PKS selalu menjadi
predikat dari kasus impor daging yang menjerat Luthfi Hasan. Jika kita
cari di google maka, kata PKS yang muncul dalam pemberitaan kasus ini
jumlahnya 1 juta lebih. Sedangkan jika kita cari dengan 'Luthfi
tersangka impor daging' jumlahnya hanya 169 ribu," kata kuasa hukum
Luthfi lainnya, Zainuddin Paru.
Jaksa KPK mendakwa Luthfi dengan
pasal penerimaan suap terkait pengaturan kuota impor daging di Kementan
pada 2013 dan pencucian uang.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 komentar:
Posting Komentar