Jika kita membaca artikel-artikel di media online, media tv dan di jejaring sosial lainnya, kita akan
menemukan opini-opini yang membabi-buta menghujat PKS. Tanpa
memperdulikan proses hukum yang sedang berlangsung, mereka menelan apa
saja yang dikeluarkan oleh tukang sebar desas-desus. Mulai dari sekedar
bergunjing sampai fitnah keji, dari penulis pemula sampai penulis senior
bertitel sarjana hukum, sama saja. Persis seperti gambar di atas!
Kalau dicermati lebih jauh, siapakah sebenarnya mereka itu? Produktif
membuat tulisan, rajin berkomentar jorok, tetapi sebenarnya orangnya
yang itu-itu saja. Bolak-balik bikin akun, orangnya yang itu-itu saja.
Yang pasti bukan Kader PKS, bukan pula simpatisan PKS. Mereka tak pernah
bersimpati kepada PKS atau mencoblos PKS pada pemilu yang lalu-lalu.
Singkatnya, mereka ini adalah massa mengambang, paling-paling jadi
golput, dan mereka bangga dengan kegolputannya!Sedangkan PKS tidak pernah menganggap massa mengambang ini sebagai faktor penting perolehan suara. Sebagai partai kader, PKS selalu mengandalkan kader-kadernya dari pusat sampai daerah, keluarganya maupun simpatisannya. Golongan ini tak mudah termakan isu. Bisa jadi malahan fitnahan terhadap PKS membuat mereka semakin mencintainya, semakin tekun membesarkan partai ini.
Itulah mengapa kasus LHI dan provokasi yang menyertainya tak berpengaruh bagi dukungan terhadap PKS. Ketika beberapa waktu lalu dibuatkan polling di salah satu media online kompasiana terkait pemilu 2014 nanti, nyaris 90 % kompasianer menjatuhkan pilihannya kepada PKS. Begitu pula di alam nyata, dari desa-desa sampai Ibu Kota Negara 'Jakarta'. Tak ada pengurangan. Yang paling mungkin terjadi adalah penambahan. Semakin banyak orang yang mengerti bahwa PKS itu memang korban fitnahan. Semakin banyak orang mencacinya, semakin banyak pula oprang yang berminat membantuinya!
Tetapi apa pun itu, kita lihat saja nanti di Pemilu 2014. Jangankan hanya 3 besar yang hendak diraih, bisa jadi malahan no dua atau nomor satu sekalian.
Tidak percaya? Lihat saja nanti! /by adun


0 komentar:
Posting Komentar