Anggota Komisi IV DPR RI, Habib Nabiel Almusawwa dari F-PKS meminta Pemerintah
untuk serius menggarap dan mengembangkan energi terbarukan guna mengatasi
semakin langka dan mahalnya bahan bakar minyak (bbm). Keberhasilan
pengembangan energi terbarukan tersebut sangat penting guna mengantisipasi
krisis energi dimasa datang.
Wacana tentang pentingnya
pengembangan energi terbarukan sudah sejak lama dilontarkan. Wacana
tersebut sudah pula dituangkan dalam berbagai peraturan. Diantara aturan
tersebut adalah Inpres No. 1 tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan
Bahan Bakar Nabati Sebagai Bahan Bakar Lain yang dikeluarkan 25 Januari
2006. ”Kini sudah tahun 2013. Tujuh tahun berlalu, hasilnya memang
ada namun belum signifikan. Indikatornya, setiap ada krisis harga BBM maka yang
dilakukan adalah tindakan kuratif: menaikkan harga atau menambah subsidi”,
katanya dalam keterangan tertulis.
Inpres No. 1 tahun 2006
ditujukan kepada 13 menteri, gubernur dan bupati/walikota seluruh Indonesia
agar mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan percepatan penyediaan dan
pemanfaatan bahan bakar nabati
(biofuel) sebagai Bahan
Bakar Lain. Tugas masing-masing juga dirinci dalam Inpres itu. Para
pejabat tersebut diminta melaporkan hasil pelaksanaannya kepada Presiden secara
berkala.
”Saya khawatir,
stagnannya perkembangan energi terbarukan terjadi karena tidak ada evaluasi
terhadap Inpres ini. Atau jangan-jangan, karena begitu banyaknya
persoalan, Presiden sendiri sudah lupa pernah mengeluarkan Inpres ini”, katanya.
Jika benar lupa,
lanjutnya, pernyataan ini sekaligus sebagai upaya mengingatkan. ”Krisis
energi yang berasal dari fosil sudah terjadi dan krisis ini akan semakin parah
dimasa datang. Karena itu pengembangan aplikasi energi terbarukan sudah
sangat mendesak. Jangan ditunda-tunda lagi”, pungkasnya.//Naz


0 komentar:
Posting Komentar