JAKARTA - Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis hasil
survei terbaru terkait perencanaan kenaikan harga bahan bakar minyak
(BBM) di Minggu ke tiga pada bulan Juni 2013. Dari hasil survei
tersebut, yang dilakukan pada tanggal 1 hingga 10 Mei 2013, menyatakan
bahwa mayoritas publik menolak atas rencana pemerintah.
Peneliti
Utama LSN, Dipa Pradipta menuturkan, survei yang dilakukan di 33
provinsi di seluruh Indonesia dengan populasi seluruh penduduk Indonesia
yang telah berusia 17 tahun ke atas dan sudah mempunyai hak pilih,
terpilihlah 1.230 orang responden dengan mengunakan metode pencuplikan
secara rambang berjenjang (multistage random sampling) dengan margin
error sebesar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
"Kita
melaksanakan survei di 33 Provinsi dan responden yang masing-masing
mempunyai umur 17 keatas dan mempunyai hak pilih," Ujar Dipa usai
Diskusi bertajuk "Kinerja Pemerintahan SBY Menjelang Pemilu 2014", di
Restaurant Pulau Dua, Jakarta, Minggu (2/6/2013).
Hasil survei
tersebut menunjukan hanya 12,4 persen dari peserta responden yang
menyatakan setuju atas perencanaan pemerintah, dan hanya 1,5 persen
responden menyatakan tidak tahu.
"Sebagian kecil responden
menyatakan setuju atas kebeijakan yang direncanakan pemerintah, yaitu
menaikan harga BBM bersubsidi, mereka dapat memahami sejumlah
argumentasi pemerintah untuk menaikkan harga BBM, meskipun di antara
mereka juga kurang meyakini kebijakan tersebut merupakan langkah yang
efektif untuk menyehatkan perekonomian " Katanya.
Penolakan dari
mayoritas responden, mempunyai alasan tertentu yaitu, kenaikan Harga BBM
akan memicu kenaikan harga-harga pokok, sehingga akan semakin
memberatkan ekonomi masyarakat, selain itu menurut Dipa, masyarakat
menilai ada motif-motif politik praktis dibalik kebijakan kenaikan harga
BBM ini
"Berbagai alasan dari penolakan tersebut, salah satunya
yaitu dapat mempengaruhi ekonomi masyarakat, adapun motif lain dari
politik melalui bantuan langsung semntara masyarakat (BLSM) disebut
sebagai cara menaikan elektabilitas partai pemerintah," Pungkasnya. (wan) (wdi)sumber okezone


0 komentar:
Posting Komentar